Pendekatan Budaya Mampu Dongkrak Perekonomian Rakyat
BERBAGAI upaya dan usaha dilakukan masyarakat, untuk meningkatkan perekonomian, sehingga mampu bergerak dan bergairah yang tujuannya adalah membuat masyarakat sejahtera. Salah satu cara adalah dengan melakukan pendekatan budaya. Karena dalam hidup kehidupan masyarakat tak lepas dari budaya.
Penegasan itu dikemukakan anggota DPRD Kaltim Rusman Yakub, saat bincang- bincang melalui Podcas Busam.Id di Desa Wisata Kaki Langit Bantul Yogyakarta, Senin (5/11) lalu.
Menurut Rusman Yakub, usaha meningkatkan kehidupan, melalui kegiatan ekonomi kreatif,
adalah cara yang tepat, apalagi teknologi yang ada sudah demikian tingginya, dan semua itu bisa dilakukan di rumah atau di tempat lain.
"Pendekatan budaya bisa jadi salah satu alternatif dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Hanya saja untuk sukses perlu waktu dan kesabaran. Tidak mungkin instans," jelas Rusman Yakub.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Achmad Herwansyah mengakui ekonomi kreatif merupakan primadona dalam meningkatkan usaha dan kesejahteraan rakyat pada tatanan kehidupan.
"Upaya dan usaha Kaki Langit yang demikian terkenal bisa dijadikan tolok ukur, untuk kita belajar dan maju dalam kehidupan selanjutnya." kata Achmad Herwansyah.
Desa wisata Kaki Langit di Bantul ini merupakan tempat yang tergolong baru, karena baru beroperasi sejak lima tahun lalu. Namun meskipun baru, hasil yang diperoleh sejak Desa Wisata Kaki Langit beroperasi, ternyata mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kaki Langit.
"Bahkan sudah 2 juta lebih wisatawan yang datang kesini," kata pengelola Pokdarwis Kaki Langit Purwo Harsono.
Diakui Purwo Harsono, awalnya untuk menciptakan Desa Wisata cukup banyak aral melintang, namun setelah berkali-kali melakukan pertemuan, dengan tokoh-tokoh adat, budaya, generasi muda, akhirnya desa wisata Kaki Langit yang ada terlaksana.
" Setelah Kaki Langit ada, kami seluruh warga desa bahu membahu mewujudkan hal itu d.engan satu tekad besar, yaitu menggali potensi sumberdaya manusia, alam dan budaya tradisi untuk modal dasar menjadi sebuah konsep pemberdayaan masyarakat," kata Purwo Harsono.
Diambilnya nama Kaki Langit, yang secara filosofis berarti bahwa warga desa wisata Kaki Langit, harus mampu menggerakkan potensi yang ada tanpa batas ruang dan waktu, sehingga berbagai usaha
dapat diciptakan, untuk mendukung perekonomian masyarakat bergerak dan bergairah yang akhirnya kesejahteraan masyarakat tercapai.
Di desa sadar wisata Kaki Langit, tercakup 7 konsep, yaitu Atap Langit, konsep ini berkaitan dengan penyediaan banguna untuk pengunjung istirahat, atau lebih dikenal dengan Home Stay, untuk kuliner atau makanan, kita sebut Rasa Langit, makanan yang kami suguhkan adalah makanan rakyat zaman dulu, seperti singkong, ubi rambat, jagung, kacang, dan lain sebagainya.
" Sedangkan yang suka melakukan petualang dan menguji adrenalin, pihak kami juga menyiapkan konsep Langit Terjal, yaitu mengendarai jeep-jeep yang ada untuk menyusuri areal lokasi Kaki Langit dengan medan yang menantang. Di samping itu juga ada Budaya Langit, Langit Ilalang, Kary Langit dan Langit Cerdas, " papar Purwo Harsono.
Keberadaan Desa Wisata Kaki Langit tak urung mendongkrak pendapatan Warga Desa, termasuk ibu-ibu yang ada.
" Syukur alhamdulillah mas, adanya desa wisata ini, saya mampu menyekolahkan anak-anak sampai universitas. Saya jualan dan menyiapkan makanan kuliner sesuai permintaan pengunjung, " ucap Ibu Sri sambil melayani tamu lainnya. (hoesin kh)